Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK YPC Tasikmalaya Tahun 2022

Tujuan UKK untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh; memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi; memfasilitasi kerja sama SMK dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh lembaga sertifikasi kompetensi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri (Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun Pelajaran 2020/2021. Jumlah peserta didik yang mengikuti ujian tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 506 siswa yang terdiri dari 7 Jurusan.

Peserta UKK 2022

Mekanisme pelaksanaan uji kompetensi siswa dapat memilih salah satu atau beberapa jenis skema penyelanggaraan ujian. Yaitu melalui sistem sertifikasi mitra DUDIKA atau asosiasi profesi; melalui LSP pihak kesatu (LSP-P1); melalui LSP pihak kedua (LSP-P2); melalui LSP pihak ketiga (LSP-P3) atau lembaga sertifikasi keterampilan (LSK); melalui panitia uji kompetensi (PTUK) sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh BNSP; dan UKK mandiri dimana instrumen UKK yang disusun pemerintah pusat sebagai standar minimal dengan melibatkan mitra DUDIKA, dan berorentasi pada standar kompetensi lulusan.

Ujian Kompetensi KejuruanĀ  Bersama Mitra DU/DI antara lain:

  • Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan dengan PT.
  • Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dengan PT.
  • Teknik dan Bisnis Sepeda Motor dengan PT.
  • Teknik Elektronika Industri dengan PT.
  • Rekayasa Perangkat Lunak dengan PT. Inovindo
  • Teknik Komputer dan Jaringan dengan PT. Solvindo
  • Multimedia dengan Radar TV Tasikmalaya

Nantinya siswa yang lulus uji kompetensi akan memiliki sertifikat yang dikeluarkan dari BNSP dengan predikat kompeten, dan sedangkan UKK Bersama Mitra DUDIKA juga akan mendapatkan Sertifikat dan nilai dari DUDIKA ini sebagai bukti pengakuan tertulis atas capaian kompetensi pada kualifikasi tertentu yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang berwenang.

Dengan memiliki sertifikat tersebut siswa akan percaya diri jika hendak melamar pekerjaan, pengakuan dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) sebagai sumber daya manusia dari pemasoknya atau sumber daya manusia dari jejaring kerja. Pengakuan inilah nantinya siswa dapat bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Selain itu akan terjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara satuan pendidikan dengan DUDIKA. SMK Bisa SMK Hebat, Vokasi Kuat menguatkan.

Leave a Reply