Program Keahlian

Program Keahlian SMK YPC Tasikmalaya

Tujuan Kompetensi Keahlian secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Tujuan Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB)

Tujuan Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam :

Melakukan pekerjaan sebagai drafter/juru gambar dalam perencanaan bangunan.

Melakukan pekerjaan sebagai drafter/juru gambar dalam pelaksanaan bangunan.

Melakukan pekerjaan jasa penggambaran bangunan secara mandiri/berwirausaha di studio gambar.

Kompetensi Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB)

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum ini adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Keahlian Teknik Desain Permodelan Dan Informasi Bangunan. Standar kompetensi dan level kualifikasi keahlian Teknik Desain Permodelan Dan Informasi Bangunan dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Simulasi dan Komunikasi Digital
  • Fisika
  • Kimia
  • Gambar Teknik
  • Mekanika Teknik
  • Dasar-dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik
  • Pengukuran Tanah
  • Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan
  • Interior Gedung
  • Konstruksi Jalan dan Jembatan
  • Estimasi Biaya Konstruksi
  • Konstruksi dan Utilitas Gedung

Tujuan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO)

Tujuan Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yaitu membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, perilaku dan keterampilan agar kompeten dalam bidang Teknik Kendaraan Ringan yang diberikan, sehingga mampu :

Mengembangkan dan mengaplikasikan dalam karyanya secara mandiri dan dapat mengisi lowongan pekerjaan di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah yang handal.

Memiliki karakter, mampu berkompetisi dan mengembangkan sikap professional dalam kompetensi keahlianTeknik Kendaraan Ringan.

Menciptakan lapangan kerja sendiri atau bewirausaha dalam bidang kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan.

Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO)

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum ini adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Standar kompetensi dan level kualifikasi keahlian Teknik Kendaraan Ringan dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara
  • Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan
  • Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponen– komponennya
  • Memeliharaan/servis engine dan komponen-komponen-nya
  • Memperbaiki unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian
  • Memperbaiki kerusakan ringan pada rangkaian / sistem kelistrikan, pengaman dan kelengkapan tambahanonder
  • Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin
  • Memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel
  • Memelihara transmisi
  • Memelihara unit final drive/gardan
  • Memperbaiki poros penggerak roda
  • Memperbaiki roda dan ban
  • Memperbaiki sistem rem
  • Memperbaiki sistem kemudi
  • Memperbaiki sistem suspensi
  • Memelihara baterai
  • Memperbaiki sistem pengapian
  • Memperbaiki sistim starter dan pengisian
  • Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)

Tujuan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Secara khusus tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten:

Mampu memberikan jasa pelayanan pemeliharaan dan perbaikan di bidang perbengkelan sepeda Motor.

Mampu mengidentifikasi jenis kerusakan dari seluru sistem otomotif sepeda motor beserta komponen-komponennya.

Mampu membongkar, memperbaiki dan mengganti seluruh sistem otomotif sepeda motor berikut komponennya.

Kompetensi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum ini adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Standar kompetensi dan level kualifikasi Kompetensi Keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motori dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Memahami dasar-dasar mesin
  • Memahami proses-proses dasar pembentukan logam
  • Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi
  • Menginterpretasikan gambar teknik
  • Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja
  • Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools)
  • Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja
  • Melakukan perbaikan sistem hidrolik sepeda motor
  • Memperbaiki sistem gas buang
  • Memelihara baterai
  • Melaksanakan overhaul kepala silinder
  • Melakukan overhaul sistem pendingin berikut komponen-komponennya
  • Melakukan perbaikan sistem bahan bakar sepeda motor
  • Melakukan perbaikan engine sepeda motor berikut komponen-komponennya
  • Melakukan perbaikan unit kopling sepeda motor berikut komponen-komponen sistem pengoperasiannya
  • Melakukan perbaikan sistem transmisi manual
  • Melakukan perbaikan sistem transmisi otomatis
  • Melakukan perbaikan sistem rem
  • Melakukan perbaikan sistem suspensi
  • Melakukan perbaikan sistem suspensi
  • Melaksanakan pekerjaan servis pada roda, ban, dan rantai
  • Melakukan perbaikan ringan pada rangkaian sistem kelistrikan dan instrumen
  • Melakukan perbaikan sistem starter
  • Melakukan perbaikan sistem pengisian
  • Melakukan perbaikan sistem pengapian

Tujuan Teknik Elektronika Industri (TEKLIN)

Secara khusus tujuan Program Keahlian Teknik Elektronika Industri adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten:

Mendidik peserta didik dengan keahlian dan keterampilan dalam Program Keahlian Teknik Elektronika Industri agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah.

Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam Program Keahlian Teknik Elektronika Industri.

Kompetensi Teknik Elektronika Industri

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum ini adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Keahlian Teknik Elektronika Industri. Standar kompetensi dan level kualifikasi Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian elektronika
  • Menerapkan konsep elektronika digital dan rangkaian elektronika komputer
  • Menerapkan sistem mikroprosesor
  • Menerapkan sistem mikrokontroller
  • Mengoperasikan sistem operasi komputer
  • Mengoperasian software aplikasi program dan gambar
  • Menggambar teknik elektronika menggunakan komputer
  • Mengoperasikan rangkaian elektronika terapan
  • Mengoperasikan power supply elektronika industri
  • Memahami komunikasi data sinyal digital antar peralatan elektronika
  • Merakit perangkat keras komputer
  • Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan akses I/O berbantuan mikroprosesor dan mikrokontroller
  • Memprogram peralatan sistem pengendali elektronik yang berkaitan dengan I/O berbantuan PLC dan komputer
  • Mengerjakan dasar-dasar pekerjaan bengkel elektronika
  • Melaksanakan pemeliharaan peralatan elektronika sistem pengendali elektronika
  • Merakit peralatan dan perangkat elektronik sistem pengendali elektronika
  • Melaksanakan pemeliharaan peralatan elektronik sistem otomasi elektronika
  • Merakit peralatan dan perangkat elektronik sistem otomasi elektronika